• KPU Mengucapkan terima kasih atas partisipasi anda yang telah menggunakan HAK PILIH dalam Pemilihan Presiden tahun 2014 •
Home >> Informasi >> Berita
   

Berita

Pasangan Calon Hanya Boleh Diantar 10 Orang ke RSHS
19 November 20120
Penulis : Media Center KPU Jabar

Tim kampanye yang mengantar bakal pasangan calon menjalani pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sabtu (24/11) dan Minggu (25/11), dibatasi maksimal 10 orang. Pembatasan jumlah pengantar hingga 10 orang ini dimaksudkan agar tim dokter selaku pelaksana pemeriksaan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, terjamin ketenangan dan ketelitiannya.

Demikian diusulkan seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar), Ferdhiman, saat memimpin rapat persiapan pemeriksaan kesehatan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, perwakilan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, utusan dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, dan tim kampanye 5 bakal pasangan calon.

Usulan yang mendapat respons positif dan kemudian disetujui oleh tim kampanye semua bakal pasangan calon tersebut, dikemukakan Ferdhiman kepada para peserta rapat setelah Wakil Ketua IDI Jabar, dr. Noormathani, meminta agar tim kampanye (tim sukses) bakal calon tidak memasuki ruangan pemeriksaan, serta pihak KPU dan Polda Jabar dapat menjamin keamanan dan ketenangan selama pemeriksaan berlangsung di RSHS.    

“Mohon maaf kepada tim sukses bakal calon yang kami periksa kesehatan jasmani dan rohaninya, supaya tidak masuk ke ruangan pemeriksaan di Lantai 4 RSHS. Cukup mengantar bakal pasangan calon sampai Paviliun Parahyangan di lantai bawah. Kami sudah menyediakan tempat khusus untuk tim sukses. Kami ingin kejadian tahun 2008 tidak terulang pada pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013,” pinta Noormathani.  

Dalam rapat yang diselenggarakan di Sekretariat KPU Jabar Jl. Garut No. 11 Bandung, Senin (19/11) pagi itu, juga disepakati jadwal pemeriksaan kesehatan dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu (24/11) dan Minggu (25/11) mulai pukul 7.00, berikut urutan pelaksanaan pemeriksaan berdasarkan kesiapan tiap bakal pasangan calon yang diusulkan oleh tim kampanye masing-masing.

 Untuk hari pertama, Sabtu, dilakukan pemeriksaan terhadap 3 bakal pasangan calon yaitu Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf) dan Lex Laksamana, serta Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Hari kedua, Minggu, pemeriksaan untuk 2 pasangan lainnya yaitu Dikdik Mulyana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib, pasangan serta Irianto MS. Safiuddin (Yance) dan Tatang Farhanul Hakim.

Sekretaris Pokja Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 sekaligus Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Jabar, Teppy Dharmawan, kepada peserta rapat menjelaskan dalam penyelenggaraan Pilgub telah terjadi perubahan jadwal pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani bakal calon, semula ditetapkan tanggal 23 menjadi 24 dan 25 November 2012.

“Perubahan jadwal ini sehubungan kami harus memberi kesempatan kepada bakal calon untuk melengkapi atau memperbaiki surat pencalonan, syarat calon, atau mengajukan calon baru dari partai politik atau gabungan partai politik dari tanggal 18 sampai 24 November. Sebelumnya, dari tanggal 11 sampai 17 November lalu, KPU Jabar melakukan penelitian terhadap persyaratan administrasi calon,” tutur Teppy.   

Koordinator lapangan tim dokter dari IDI, dr. Erwan Martanto, pada rapat itu memaparkan panduan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, yang menurutnya bahwa status kesehatan yang dibutuhkan oleh pengemban jabatan kepala daerah dan wakilnya tidak harus bebas dari penyakit, impairment ataupun kecacatan. 

Kepala daerah atau wakil kepala daerah, seperti gubernur dan wakil gubernur, kata Erwan, setidaknya harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna, dan tidak memiliki penyakit yang diperkirakan akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik serta memiliki kesehatan jiwa sedemikian rupa, sehingga tidak kehilangan kemampuan dalam melakukan observasi, menganalisi, membuat keputusan dan mengkomunikasikannya. (MC/KPUJBR)

Sumber : Media Center KPU Jabar | File : | Dibaca : 11470 x


Berita Lainnya

RAPAT KERJA REGULASI PEMILUKADA 2015
24 Juli 2015

Setelah Mahkamah Kontitusi mengeluarkan putusan Nomor 33/PUU-XII/2015, 42/PUU-XII/2015, dan 46/PUU-XII/2015 2015 yang berkaitan dengan pencalonan pada pemilihan Kepala Daerah, KPU RI segera merespon

Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih dalam Pilkada Serentak Tahun 2015 di Jawa Barat
14 Juli 2015

Sesuai Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2015 di Jawa Barat, masa pemutakhiran data dan daftar pemilih dilakukan sejak penyusunan daftar pemilih oleh KPU Kabupaten/Kota dan menyampaikan data

KUNJUNGAN PENGURUS DPW PARTAI PERINDO JAWA BARAT
08 Juli 2015

Bandung, Senin 6 Juli 2015 Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai PERINDO (Persatuan Indonesia ) Provinsi Jawa Barat  dan jajaran pengurus melakukan kunjungan kerja  ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat

RAPAT PIMPINAN KPU PROVINSI JAWA BARAT DENGAN KPU KABUPATEN KOTA SEJAWA BARAT
08 Juli 2015

Bandung, 8/7/15; Komisi Pemilihan Umum Provinsi  Jawa Barat melakukan rapat Pimpinan dengan KPU Kabupaten/Kota Se Jawa Barat di aula KPU Provinsi Jawa Barat pada hari Rabu tanggal 8 Juli 2015

 1 2 3 >  Last ›


 

Kontak


KOMISI PEMILIHAN UMUM
PROPINSI JAWA BARAT

Jl. Garut No.11 Bandung
Tlp / Fax : 022 7278809-12 fax
022 7215894

Copyright © KPU Provinsi Jabar 2012